Posterous theme by Cory Watilo

Hari keseratus tiga puluh enam: Dogville

Dogville

Dogville

Menonton film bagi saya adalah salah satu kiat menjaga kewarasan di dunia yang makin tidak waras ini. Inilah film yang sejak Synecdoche New York mengganjal benak saya. Dogville.
Salah satu karya Lars von Trier yang lagi-lagi perwujudan dari kata-kata sang sutradara: "A film should be like a pebble in your shoe." Saya tdk akan mereview film ini, kata-kata saya akan sangat terbatas. Malah terlontar pertanyaan: "Bagaimana seorang bisa terpikir utk membuat film seperti ini?!" Meniru salah satu karakter dlm film ini, Thomas Edison Jr., saya hanya akan mengilustrasikannya sedikit: Quentin Tarantino memasukkan Dogville dlm daftar film favoritnya, ia berkomentar: "Jika Dogville adalah sebuah buku yang ditulis, von Trier akan mendapatkan Pulitzer." Dogville telah membuat kewarasan saya sedikit terjaga, meskipun dgn cara yg kurang nyaman: menjadi kerikil dalam sepatu saya. [3cc]


Hari keseratus tiga puluh empat: Perpustakaan Baru UI Depok

Img01308-20110403-0724

Perpustakaan Baru UI Depok

Sekilas dilihat dari jauh, bangunan ini seolah berada di salah satu negara yang sudah maju. Terletak di dekat Danau Kenanga, bangunan ini menempati area seluas 3 hektar. Perpustakaan ini konon dirancang untuk hemat energi dan air, salah satunya dengan memaksimalkan pencahayaan alami. Secara desain, saya jadi ingat Museum Guggenheim di Bilboa yang kiranya telah menjadi inspirasi bentuk bangunan post-modern lain (apa sebenarnya arti post-modern, entahlah.. Hehehe).

Untuk urusan gagah-gagahan secara fisik, bolehlah bangunan ini dibanggakan. Namun menilik lebih lanjut jeroannya, memang terasa teralu ambisius. Rencana untuk memboyong koleksi buku tiap perpustakaan fakultas yang ada kiranya akan berdampak buruk pada efektifitas dan efisiensi dosen/mahasiswa per fakultas. Bagi civitas akademik fakultas hukum mungkin bukan masalah besar, karena letak perpustakaan ini sepelemparan batu saja dari fakultas mereka. Apa kabar dengan anak MIPA yang mesti berjalan nyaris setengah jam untuk membaca sebuah buku? Yang lebih substansial lagi, dengan 'dirampasnya' koleksi buku perpustakaan fakultas, sama saja dengan mematikan laboratorium riset fakultas.

Bergeser sedikit, tengoklah fakultas ilmu komputer: gedung kuliah utamanya lebih mirip rumah susun dengan developer yang setengah hati. Ini yang dimaksud dengan 'terlalu ambisius' tadi. Sempat terdengar pula wacana untuk membangun cineplex dan fitness center di bagian perpustakaan yang belum punya nama populer ini. Hey, ini lagi bahas perpustakaan atau gedung baru DPR? Tapi sekali lagi, jika bicara urusan pencitraan, perpustakaan ini agaknya akan menjulang. Tampaknya rektor UI kini belajar banyak dari presidennya.

Perpustakaan pusat yang lama telah gagal menjadi sebuah laboratorium riset yang memadai. Dari 5 lantai bangunan itu, hanya satu lantai berisi koleksi buku yang secara kuantitas dan kualitas cukup menyedihkan. Jangan sampai hal ini terulang pada perpustakaan baru nan megah lagi gagah ini.. [3cc]